Penerapan terapi murottal di lingkungan rumah sakit didasarkan pada berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa gelombang suara yang teratur, merdu, dan memiliki frekuensi stabil dapat memengaruhi gelombang otak manusia. Ketika seorang pasien mendengarkan lantunan ayat suci yang dibacakan dengan tartil dan penuh penghayatan, otak akan mulai merespon dengan menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Sebaliknya, tubuh akan mulai memproduksi hormon endorfin dan serotonin yang memberikan efek relaksasi alami. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa banyak pasien di RS Arun Lhokseumawe merasa beban mental mereka berkurang secara signifikan selama masa perawatan.
Kondisi psikologis yang tenang sangat krusial, terutama bagi pasien yang sedang mempersiapkan diri untuk tindakan operasi atau mereka yang sedang berada di ruang perawatan intensif. Kecemasan yang berlebihan sering kali membuat tekanan darah menjadi tidak stabil dan detak jantung meningkat, yang tentu saja dapat menghambat prosedur medis. Dengan adanya stimulus suara yang menenangkan, pasien lebih rileks dalam menghadapi prosedur medis yang dijalani. Ketenangan ini bukan hanya dirasakan secara mental, tetapi juga termanifestasi dalam data klinis yang lebih stabil, sehingga memudahkan dokter dan perawat dalam melakukan tindakan.
Selain memberikan rasa tenang di siang hari, dampak yang paling dirasakan oleh pasien adalah pada kualitas istirahat mereka. Lingkungan rumah sakit yang terkadang bising oleh suara peralatan medis atau aktivitas petugas sering kali membuat pasien sulit untuk tidur. Padahal, tidur yang berkualitas adalah momen di mana sel-sel tubuh melakukan regenerasi dan penyembuhan secara optimal. Melalui pemberian audio murottal menjelang waktu istirahat, pasien di RS Arun Lhokseumawe melaporkan bahwa mereka bisa tidur dengan lebih nyenyak dan bangun dalam kondisi yang lebih segar. Kualitas tidur yang membaik ini secara langsung mempercepat durasi rawat inap karena proses pemulihan jaringan tubuh berlangsung lebih efektif.
Pihak manajemen RS Arun Lhokseumawe menyediakan fasilitas audio yang dapat diakses secara individu di setiap kamar atau melalui pengeras suara di area tertentu dengan volume yang telah disesuaikan agar tidak mengganggu. Pemilihan qori atau pembaca Al-Qur’an pun dilakukan dengan saksama, memilih suara yang memiliki ritme yang tenang (slow tempo) untuk memaksimalkan efek meditatif. Bagi pasien yang bukan Muslim, pihak rumah sakit tetap memberikan kebebasan dan pilihan alternatif, namun banyak ditemukan bahwa frekuensi suara murottal yang stabil tetap memberikan rasa nyaman bagi siapa pun yang mendengarkannya tanpa memandang latar belakang keyakinan.