Kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kualitas lingkungan sekitar, terutama ketersediaan air yang layak pakai. Menyadari tingginya angka keluhan gangguan kesehatan kulit di wilayah sekitar, RS Arun Lhokseumawe mengambil langkah proaktif dengan melakukan inisiatif pemeriksaan laboratorium terhadap sumber air yang digunakan oleh warga. Program ini merupakan bagian dari upaya preventif rumah sakit untuk memutus rantai penyebaran Penyakit Kulit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk dan kontaminasi air permukaan.
Masalah kulit seringkali dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan, namun jika penyebab utamanya berasal dari air yang tercemar, maka penyembuhannya tidak akan pernah tuntas. Tim laboratorium dari RS Arun Lhokseumawe turun langsung ke pemukiman untuk mengambil sampel dari berbagai titik, mulai dari sumur gali hingga aliran air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pemeriksaan ini mencakup parameter fisik seperti warna dan bau, parameter kimia, hingga parameter biologi untuk mendeteksi adanya bakteri patogen yang berbahaya bagi jaringan epidermis manusia.
Banyak warga di sekitar wilayah operasional RS Arun Lhokseumawe yang belum menyadari bahwa air yang terlihat jernih secara kasat mata belum tentu aman secara mikrobiologi. Melalui uji klinis ini, rumah sakit memberikan edukasi mengenai standar air bersih yang sesuai dengan peraturan menteri kesehatan. Penyakit Kulit seperti dermatitis, jamur kulit, hingga infeksi bakteri sekunder seringkali berawal dari paparan air yang mengandung tingkat keasaman yang tidak stabil atau populasi bakteri yang melampaui batas aman.
Hasil dari uji laboratorium yang dilakukan oleh RS Arun Lhokseumawe kemudian disampaikan kembali kepada masyarakat sebagai landasan untuk melakukan perbaikan sanitasi. Jika ditemukan sumber air yang tidak layak, rumah sakit akan memberikan rekomendasi teknis mengenai cara pengolahan air sederhana yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan jumlah pasien yang datang ke instalasi rawat jalan dengan keluhan gatal-gatal atau peradangan kulit yang bersifat kronis.
Keterlibatan RS Arun Lhokseumawe dalam isu lingkungan ini menunjukkan bahwa peran rumah sakit modern tidak hanya sebatas mengobati orang sakit di dalam gedung, tetapi juga mengintervensi faktor risiko di tengah masyarakat. Dengan mencegah penyakit dari sumbernya, beban kesehatan masyarakat dapat dikurangi secara signifikan. Inisiatif ini juga memperkuat sinergi antara fasilitas kesehatan dan warga dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih higienis dan mendukung pertumbuhan generasi yang sehat.