Glaucoma sering dijuluki “pencuri penglihatan senyap” karena progresinya yang tanpa gejala. Kondisi ini menjadi penyebab kebutaan permanen kedua di dunia. Namun, apa sebenarnya yang terjadi pada mata dan mengapa tekanan mata tinggi begitu berbahaya? Memahami ini adalah kunci untuk melindungi saraf optik vital Anda.
Pada dasarnya, glaucoma terjadi akibat kerusakan saraf optik. Saraf optik adalah sekumpulan serabut saraf yang menghubungkan mata ke otak, membawa informasi visual. Kerusakan ini sering kali disebabkan oleh tekanan intraokular (TIO) yang terlalu tinggi.
Mata kita secara alami menghasilkan cairan bening bernama aqueous humor untuk menjaga bentuk dan nutrisi. Cairan ini juga harus mengalir keluar melalui saluran drainase yang disebut trabecular meshwork. Keseimbangan produksi dan drainase menjaga TIO normal.
Ketika saluran drainase ini tersumbat atau tidak berfungsi optimal, cairan akan menumpuk di dalam mata. Penumpukan ini meningkatkan tekanan di dalam bola mata. Tekanan inilah yang kemudian menekan dan merusak serabut saraf optik yang sensitif.
Jenis glaucoma yang paling umum adalah glaucoma sudut terbuka primer. Kondisi ini berkembang perlahan, tanpa nyeri atau gejala awal yang nyata. Tekanan mata meningkat secara bertahap, merusak saraf optik tanpa disadari.
Pada tahap awal, penglihatan tepi (perifer) mulai menghilang. Karena otak dapat mengkompensasi hilangnya penglihatan ini, penderita sering tidak menyadarinya sampai kerusakannya parah. Ini yang membuatnya begitu berbahaya.
Jenis lain adalah glaucoma sudut tertutup. Ini terjadi ketika sudut antara iris dan kornea terlalu sempit, menyebabkan sumbatan tiba-tiba pada aliran cairan. Kondisi ini sering menimbulkan serangan akut dengan nyeri hebat, mata merah, dan penglihatan buram mendadak.
Faktor risiko glaucoma meliputi usia lanjut, riwayat keluarga, ras (terutama Afrika-Amerika dan Hispanik), diabetes, dan penggunaan kortikosteroid jangka panjang. Orang dengan TIO tinggi namun tanpa kerusakan saraf optik disebut ocular hypertension.
Pentingnya deteksi dini tidak bisa dilebih-lebihkan. Karena sifatnya yang tanpa gejala, pemeriksaan mata rutin sangat krusial. Dokter akan memeriksa TIO, melihat kondisi saraf optik, dan melakukan tes lapang pandang.