Penyakit degeneratif merupakan momok kesehatan modern yang kian meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup. Dari masalah jantung hingga gangguan otak, kondisi ini perlahan merusak fungsi organ dan jaringan tubuh. Artikel ini akan mengurai penyakit degeneratif, membahas penyebab umumnya, serta menggarisbawahi pentingnya pencegahan untuk menjaga kualitas hidup di masa tua.
Penyakit degeneratif adalah kondisi di mana sel-sel atau jaringan tubuh mengalami kerusakan atau penurunan fungsi seiring waktu. Contoh paling umum termasuk penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, Alzheimer, Parkinson, dan osteoartritis. Faktor-faktor seperti gaya hidup tidak sehat (pola makan buruk, kurang aktivitas fisik), merokok, konsumsi alkohol berlebihan, stres kronis, dan paparan polutan lingkungan seringkali menjadi pemicu atau mempercepat proses degenerasi. Pada hari Kamis, 18 Juli 2024, di sebuah lokakarya kesehatan di Balai Kota, dr. Budi Santoso, seorang spesialis geriatri, menekankan bahwa “pencegahan adalah kunci utama dalam menghadapi epidemi penyakit degeneratif.”
Salah satu penyakit degeneratif yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung. Kondisi seperti aterosklerosis, di mana plak menumpuk di arteri, dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Data dari Dinas Kesehatan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Untuk mengurai penyakit ini, penting untuk menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengelola tekanan darah serta kadar kolesterol.
Selain jantung, otak juga rentan terhadap degenerasi. Alzheimer dan Parkinson adalah dua penyakit neurodegeneratif yang paling terkenal, menyebabkan gangguan kognitif dan motorik parah. Meskipun penyebab pastinya masih diteliti, faktor genetik dan gaya hidup diyakini berperan. Pada tanggal 30 September 2024, di sebuah konferensi neurologi, Profesor Siti Nurhaliza dari Universitas Gadjah Mada mempresentasikan hasil penelitian yang menunjukkan korelasi kuat antara pola tidur yang buruk dan risiko pengembangan penyakit Alzheimer di kemudian hari. Ini menunjukkan bagaimana detail kecil dalam gaya hidup dapat mengurai penyakit yang besar.
Pencegahan penyakit degeneratif memerlukan pendekatan holistik. Selain menerapkan gaya hidup sehat, deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan dislipidemia sangat krusial. Skrining kesehatan rutin, seperti yang sering digalakkan oleh Puskesmas setiap hari Sabtu pagi, dapat membantu mengidentifikasi masalah sejak dini. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mengurai penyakit degeneratif dan komitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat memperlambat laju penuaan sel dan menikmati masa tua yang lebih berkualitas.