Penyebab skoliosis seringkali menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang. Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang tidak normal, dan meskipun dalam banyak kasus penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), ada beberapa faktor yang diyakini berkontribusi. Memahami berbagai kemungkinan faktor pemicu dapat membantu dalam pencegahan atau setidaknya deteksi dini kondisi ini.
Faktor genetik memegang peran signifikan sebagai salah satu penyebab skoliosis, terutama pada jenis idiopatik. Jika ada riwayat skoliosis dalam keluarga, kemungkinan anak-anak atau cucu juga mengembangkannya akan lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya predisposisi genetik yang diwariskan dari orang tua ke anak.
Meskipun genetik berperan, skoliosis idiopatik tidak selalu dapat diprediksi. Ini bisa muncul tanpa riwayat keluarga yang jelas, menunjukkan bahwa ada kombinasi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan yang belum sepenuhnya dipahami. Penelitian terus berlanjut untuk mengungkap misteri ini.
Selain genetik, penyebab skoliosis juga bisa bersifat kongenital, artinya kelainan ini sudah ada sejak lahir. Skoliosis kongenital terjadi akibat pembentukan tulang belakang yang tidak sempurna selama perkembangan janin. Ini bisa berupa tulang belakang yang tidak terbentuk seluruhnya atau tulang belakang yang menyatu secara tidak normal.
Kondisi neuromuskular juga menjadi penyebab skoliosis. Penyakit yang memengaruhi saraf atau otot, seperti cerebral palsy, distrofi otot, atau spina bifida, dapat menyebabkan otot-otot di sekitar tulang belakang menjadi lemah atau tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini kemudian menarik tulang belakang ke samping.
Trauma atau cedera parah pada tulang belakang, meskipun jarang, juga bisa menjadi pemicu skoliosis. Kecelakaan atau cedera serius yang merusak struktur tulang belakang dapat menyebabkan kelengkungan yang berkembang seiring waktu. Namun, ini bukan penyebab umum.
Beberapa ahli juga mengamati hubungan antara penyebab skoliosis dan kebiasaan buruk dalam postur tubuh, meskipun ini masih menjadi perdebatan. Duduk dengan posisi yang salah dalam waktu lama, membawa tas punggung yang terlalu berat di satu sisi, atau postur tidur yang buruk mungkin memperparah kondisi yang sudah ada atau memicu masalah.
Namun, penting untuk dicatat bahwa kebiasaan postur buruk saja jarang menjadi penyebab utama skoliosis struktural. Umumnya, postur buruk lebih sering menyebabkan skoliosis non-struktural yang bersifat sementara dan bisa diperbaiki dengan koreksi kebiasaan.